Menindaklanjuti resolusi tahun 2012 yang telah saya buat, saya harus mulai rajin nge-blog lagi. Untuk apa? Tentu saja untuk mendokumentasikan progress-nya, dan untuk me-review bagian mana yang belum kujalankan. Bagi saya dokumentasi itu penting, ibarat sebuah proses membuat buku, dokumentasi memudahkan dalam menyusun bab-bab di dalamnya. Jadi saya tekankah sekali lagi, dokumentasi itu penting.
Papatenem™ Harus Jadi Perusahaan
Di tahun 2012, aku ingin menjadi pengusaha muda yang patut diperhitungkan. Aku harus masuk komunitas Jaringan RumahUsaha di tahun ini, untuk belajar menimba ilmu dan berbagi pengalamanku. Aku harus dapat mengembangkan usahaku di bidang percetakan. Nama Papatenem™ sebagai brand harus tertanam di hati setiap orang, dan itu akan didapat oleh mereka lewat promosi dari internet. Pemasaran harus sudah mulai lewat internet, karena aku yakin internet adalah platform masa depan. Aku harus lebih memanfaatkan fasilitas e-mail atau bahkan FTP untuk mengirim dan menerima data pendukung. Hatiku 146% yakin internet menyediakan informasi yang aku butuhkan. Sebisa mungkin komputerku 24 jam terkoneksi internet yang punya speed kencang, untuk membantu mengembangkan networking dan marketing portal usaha yang aku rintis–dimana speed yang kencang bisa aku dapat dari Telkomspeedy. Aku ingin internet menjadi salah satu kunci suksesku menjadi pengusaha besar.
Aku tidak akan menulis terlalu banyak, karena aku realistis. Ini menyangkut lomba, dan aku butuh banyak dukungan teman-teman. Kebanyakan pengakses blog ini (teman-temanku-red) memakai koneksi yang lemot belum kencang. Demikian juga aku, masih memakai modem nirkabel yang butuh kesabaran. Makanya aku ingin menang, agar bisa memakai Speedy di kemudian hari, untuk mentransformasikan resolusi yang sudah aku buat. Bukankah juara tidak hanya ditentukan oleh keberuntungan? Karena aku percaya dengan menciptakan peluang, serta berlatih dan bekerja keras, aku akan menjadi juara sejati. Bagaimana dengan Anda? Mari kita berani bermimpi dan mewujudkannya.
2011… Itu Saja
It’s been so long since the last time I wrote for my blog. But, blog is my DNA. I can’t forget it till the end of time. From here I knew some extraordinary people. Thanks God I found them, it’s all because of You my Lord.
Hari terakhir di tahun 2011, ya 31 Desember 2011. Tahun yang berarti banyak. Betapa aku bersyukur bisa melewati tahun ini. Terima kasih Tuhan, Engkaulah penolongku.
Hmm….jadi seperti mati suri blog ini. Demi membangun mimpi untuk memiliki bisnis sendiri—sampai harus direlakan pulang malam—membuat online adalah sesuatu yang jarang kulakukan. Ada kangen juga untuk mengetahui apa topik terhangat, ada hal baru apa di dunia komunitas, serta apa perkembangan teknologi terbaru yang sudah sedemikian cepat. Tapi di akhir tahun ini aku berjanji akan rajin menulis lagi, dan itu akan langsung dimulai pada awal tahun baru 2012.
Di saat… Itu Saja
Sudah lebih dari sebulan sejak noegroho.net punyaku hilang. Tidak ada lagi halaman hitam “bengkel cinta”. Sekedar 177ribu saja terasa berat hanya untuk memperpanjang nafas. Sulit bagiku untuk mempertahankan domain itu, mengingat kebutuhanku saat ini. Sedihnya lagi, belum sempat buat backup-nya. Hilang deh, menguap tulisanku…
Tapi…disaat ini, aku tidak berhenti begitu saja. Aku berusaha membangun dari nol lagi. Bukan uang sebagai tujuan utama, melainkan uang sebagai alat untuk mewujudkan cita-citaku untuk berbagi. Aku belajar untuk lebih bijaksana, menghargai nilai-nilai kehidupan, terus berusaha ke arah yang benar. Meski berat, aku yakin ini masih berkorelasi dengan mimpiku yang telah kugantung tinggi.
Aku bekerja sendiri. Untung ada Little Angel disisi menemani hariku yang terasa berat. Ide-idenya yang sederhana justru sangat mudah diaplikasikan dalam hidup ini. Memang benarlah bahwa tidak ada “kebetulan”. Disaat aku terjun ke lembah, selalu ada cara mendaki–walaupun butuh waktu dan kerja keras. Dan selalu ada orang-orang yang baik hati diluar sana siap menolong. Selama ada kemauan, pastilah ada jalan.
Entah bagaimana jika aku tak pernah mencoba..
Hhm… Mengandung embrio bernama Wedhangronde.com
Tangan saya masih belepotan cat tembok, ketika melihat jam di dinding. Jarumnya pendeknya kearah angka lima dan jarum panjangnya ke arah angka duabelas. Ya, ternyata tak terasa hampir seharian saya mengecat masa depan yang secara visual untuk sementara saat ini mempunyai bentuk warung.
Semua peralatan saya rapikan, dan kemudian kedua tangan pun tak lupa saya bersihkan (meski tetap hitam
). Kamar mandi menjadi tempat yang wajib saya kunjungi. Beberapa saat kemudian, saya sudah siap berangkat dan tentunya minyak wangi—dengan merk yang tidak perlu disebutkan—seperlunya di badan. Baca entri selengkapnya »
Satya Wacana Carnival 2010… Itu Saja
Mendengar judulnya saja mungkin bisa dibilang sudah basi. Sudah terlalu lama untuk diangkat menjadi sebuah tulisan. Lewatin aja bro, ganti tulisan lain. Hahaha… sah saja. Wong setiap opini itu adalah benar, sebelum opini tersebut menjadi opini publik.
Ning kok pripun nggih, ngganjel di hati, rasanya seperti masih ada hutang jika tidak ditulis… apalagi kemarin berkunjung ke blog butterfly lha kok udah nongol duluan. Bukannya bersaing, apalagi mencari tandingan ksatria semacam duel Rossi versus Lorenzo, bukan…bukan seperti itu. Klo mo dibandingkan, ya kalah lengkap tho secara konteks, bila menuliskan artikel tentang Satya Wacana Carnival 2010. Saya ini meski asli kelahiran Salatiga dan sekolah (jaman doeloe) di kota yang dulu terkenal sejuk (ya Salatiga ini maksudnya
), sudah meninggalkan kota ini selama delapan tahun. Jadi sumpah, baru kali saya tahu ada acara begini. Dan dengar-dengar (kata sapa hayo?), acara ini sudah dilangsungkan beberapa tahun. Baca entri selengkapnya »
Hhm… Ketika idealisme bertemu dengan realita
Baiklah untuk kali ini saya mengucapkan terima kasih pada awalnya. Terima kasih kepada Tuhan, atas ilmu-ilmu yang saya peroleh, atas kesempatan jalan-jalan yang telah saya lewati, atas wisata kuliner yang telah saya nikmati, atas buku-buku yang telah saya peroleh, dan atas pertemanan yang hebat.
Setelah lebaran tahun ini telah lewat, kehidupan di tanah Jawa khususnya di daerah USA (Ungaran, Salatiga dan Ambarawa) ini kembali normal. Kendaraan bermotor berplat “B” dan yang aneh-aneh selain plat “H”, telah kembali ke asalnya. Jalanan kembali lancar terkendali. Silaturahmi jabat tangan secara fisik telah lewat, namun di hati tetap ada tali silaturahmi yang slalu terjaga dalam damai. Dan artinya, saya pun harus sudah mulai memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan. Baca entri selengkapnya »
September, Selamat Datang… Itu saja
Sebulan sudah saya meninggalkan kota Medan. Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama tujuh tahun. Selamat tinggal kehidupan media koran di malam hari. Telah banyak cerita tentang Medan. Sekarang saatnya memulai level baru dalam hidup.
Sebulan juga saya telah merasakan kehidupan di Pulau Jawa, khususnya sekitar Semarang dan tentunya kota tercinta Salatiga. Sangat banyak pelajaran baru dalam hidup. Budaya dan kehidupan yang ada, membuatku merasa banyak hal baru yang dapat saya petik sebagai pembelajaran hidup. Baca entri selengkapnya »
Menikmati Kopi Lelet di Rembang… Itu saja
Mengunjungi Kabupaten Rembang, menghadirkan pengalaman unik tentang mengelilingi sebuah kota. Kota yang terletak di pesisir pantai utara ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam ke arah timur dari Kota Semarang. Pusat kota tidak terlalu besar dan cenderung sepi. Suasananya panas, namun angin pantai yang sejuk akan dengan mudah kita rasakan saat kita berteduh di siang hari.
Kota yang terkenal dengan buah kawis—yang dapat dijadikan bahan baku produksi sirup kawis—dan buah siwalan ini merupakan daerah penghasil garam dan hasil laut. Sebagian besar penduduknya yang berada di pesisir pantai berprofesi sebagai nelayan dan petani garam. Hasil tangkapan lautnya tidak sedikit yang dikirim ke kota lain untuk dikemas dan diekspor ke luar negeri. Baca entri selengkapnya »







